orangeself’s Weblog
Just another WordPress.com weblog

Sandungan besar?

Gw sadar, gw habis membuat sebuah kesalahan dalam mengambil keputusan : menerima amanah ini.

Tadinya, gw memutuskan untuk nggak menganggap ini sebagai sebuah hambatan : I’ll do it. Gw akan mengerahkan semua kemampuan gw untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kalo katanya Bang Syahrul : optimal.

Tapi baru aja gw bertekad, gw lantas tiba-tiba sadar.

Kalau ini bukan mudah, bahkan cenderung mustahil untuk dijalankan.

Pasti kehendak dari Allah SWT lah kenapa gw baru menyadari hal ini setelah gw menerima amanah ini.

Tapi inilah, sekarang gw pusing sendiri jadinya.

Yeah, sendiri.

Gw bingung, kenapa gw merasa begitu sendirian, ya, sekarang?

Bahkan lebih sendirian ketimbang waktu gw feel so lonely pas KAG kemaren. Waktu itu ternyata masih mendingan banget, Kak Yanti, Mba Acha, Kak Tati, sampe Gonjez dan Seno juga cukup bikin bising hati (but better than lonely).

Tapi kini?

Ah, ga bisa begitu juga, Da. Lo juga harus menghargai semua orang yang udah begitu baik sama elo. Nu, Kak Vilda, Ratih, Kak Mhely…

Ummph… bener juga. Afwan, Ukhti-Ukhtiku..
Tapi sekarang, apa yang bisa gw lakukan?

Semua orang udah ga ada lagi yang mau denger.

Bahkan ketika gw berusaha dengan gamblang menjelaskan permasalahan ini sama Kak Irvan, dia malah dengan gamblang pula menggambarkan bahwa..

Gw salah milih orang untuk sharing barusan.

Ohh… Gw cuma bisa semakin sadar dan semakin gentar waktu makin hari makin banyak aja yang nyadarin gw kalo acara ini terlalu berisiko untuk tetap dilangsungkan.

Mulai dari Teh Resa, Kak Habibie, Bang Rizky, Bang Mansyur, Bang Randy, Kak Toha, Bang Syahrul, Bang Ivan, sampe Bang Zainal.

Dan ga sedikit orang lainnya yang menjengit ngeri atau mempertanyakan keseriusan gw mengenai hal ini.

Tapi sayangnya, nggak ada yang ngerasa ngeri layaknya yang gw rasakan saat ini.

Jadi, gw betul-betul nggak bisa berbagi dengan siapa-siapa.

Oh, oke, berlebihan. Nu dan Kak Vilda baik banget selama ini. Ratih juga.

Tapi gimana gw ngejawab pertanyaan Anna tentang teknis pengiriman undangan sementara kakak-kakakku di belakang memperingatkanku “jangan bermain api kalau ga mampu memadamkannya”?

Gimana gw ngejawab pertanyaan progress pembicara sementara kakak-kakakku di belakang menyadarkanku kalau ini berbahaya?

Gw mau menuntaskan amanah ini tapi gw lebih sepakat dengan kakak-kakakku di belakang.

Mengundurkan dri seperti saran Bang Zainal?

Kenapa gw takut melakukan hal itu?

Lantas, gw harus gimana?

Kenapa ini tampak seolah-olah prokernya Angyun as a Kastraters aja? Ke mana yang lainnya? Kenapa gw ngerasa lagi main api sendirian???

Kekuatan sedang diuji, dan saat-saat seperti ini gw betul-betul berharap bahwa petuah ini benar:

Saat malam semakin pekat, yakinlah pagi akan segera tiba

Saat kesulitan semakin mendesak, yakinlah jalan keluar akan segera datang

Amiiiiiiin…

Beside that, please help me…!!

No Responses ke “Sandungan besar?”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.